Perencanaan pembelajaran siklus 1 dirancang untuk dua pertemuan materi pantun kelas IX menggunakan model Cooperative Learning tipe STAD. Kegiatan meliputi pembuatan mind mapping, gallery walk, dan penyusunan kartu larik pantun acak. Guru pamong memberikan nilai 91,25 dengan catatan pada kesesuaian kompetensi, kemampuan awal murid, tujuan, apersepsi, dan alat penilaian. Perbaikan perlu dilakukan dengan menyelaraskan tujuan pada seluruh dokumen, merinci waktu pertemuan kedua, menyesuaikan peran kelompok, serta melengkapi unsur penilaian STAD.
Materi mencakup pengertian, ciri-ciri, struktur, fungsi, dan jenis pantun yang dilengkapi contoh, mind map, serta glosarium. Guru pamong menilai ketepatan materi dan penggunaan scaffolding sudah baik, tetapi penyesuaian materi dengan hasil observasi murid masih perlu diperjelas. Selain itu, jenis pantun pada RPP, PPT, dan LKPD belum seragam, terdapat salah ketik, serta contoh pantun yang rimanya kurang tepat. Oleh karena itu, materi perlu diselaraskan dan diperiksa kembali sebelum digunakan.
Media pembelajaran meliputi PPT, video berbalas pantun, contoh mind map, kertas manila, spidol, dan kartu larik pantun acak. Media tersebut mendukung pembelajaran visual, auditori, dan kinestetik serta mendorong keterlibatan murid. Guru pamong memberikan skor 4 pada kesesuaian media dengan tujuan dan kebutuhan murid, tetapi efektivitas dan variasi media masih perlu ditingkatkan. Perbaikannya meliputi memperbesar tulisan, melengkapi media yang belum tercantum dalam slide, serta menambahkan petunjuk pembuatan mind map dan aturan kerja kelompok.
Penilaian guru pamong menggunakan dua instrumen, yaitu penyusunan perangkat dan praktik mengajar, dengan nilai masing-masing 91,25 atau kategori sangat baik. Kekuatan terlihat pada penguasaan kelas, pemberian umpan balik, pengaturan waktu, dan kepercayaan diri. Namun, beberapa aspek seperti pemetaan kemampuan murid, perumusan tujuan, variasi media, kolaborasi, dan penilaian performa masih perlu diperbaiki. Hasil penilaian ini menjadi dasar untuk menyempurnakan perangkat dan meningkatkan keterlibatan murid pada siklus berikutnya.
Video pembelajaran siklus 1 memperlihatkan kegiatan belajar pantun di kelas IX melalui penjelasan materi, kerja kelompok, pembuatan mind map, dan penyusunan pantun. Murid terlihat menyimak, menulis, dan mendapatkan pendampingan selama kegiatan berlangsung. Penilaian guru pamong menunjukkan kekuatan pada transisi kegiatan, umpan balik, komunikasi, pengaturan waktu, dan kepercayaan diri, tetapi pembagian peran dan penilaian performa murid masih perlu diperjelas. Pada siklus berikutnya, praktikan perlu memastikan semua anggota berpartisipasi, mengatur waktu presentasi, dan menggunakan lembar observasi selama kerja kelompok.